Penyebab Hiv Aids
Terdapat 2 jenis virus penyebab
AIDS,V yaitu HIV-1, HIV-2, HIV yang banyak ditemukan di daerah Barat, Eropa,
Afriaka Tengah, Selatan, dan Timur. Sedangkan HIV-2 banyak di temukan di Afrika
Barat.
PENYEBARAN
DALAM TUBUH
Supaya
terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih
yang disebut . Materi genetik virus yang dimasukkan ke dalam DNA sel yang
terinteksi. Di dalam sel, Virus berkembng biak pada akhirnya menghancurkan sel
serta melepaskan pertikel virus yang baru. Partikel virus yang baru kemudian
menginfeksi limfosit lainnya dan menghancurkannya.
Virus
menempel pada limfosit yang memiliki satu reseptor protein yang disebut CD4, yang
terdapat di selaput bagian luar. Sel-sel yang memiliki reseptor biasanya,
disebut sel CD4+ atu disebut limfosit T penolong. Limfosit T penolong berfungsi
mengaktifkan dan menagatur sel-sel lain pada sistem kekebalan.(misalnya
limfosit B, makrofag dan limfosit T stitostik), yang kesemuanya membantu
menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.
Infeksi HIV
menyebabkan hancurnya limfosit T penolong, sehingga teradi kelemahan sistem
tubuh dalam melindungi dirinya terhadap infksi dan kanker.
Seseorang
yang terinfeksi HIV akan kehilangan limfosit Tpenolong melalui 3 tahap selama
beberpa bulan atau tahun.
1. Seseorang
yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300 sel/mL darah. Pada beberapa
bulan pertama setelah terinfeksi HIV sejumlah sel menurun sebanyak 40-50%.
Selama bulan-bulan ini penderita bisa menularkan HIV kepada orang lain karena
banyak partikel virus yang terdapat dalam luar darah. Meskipun tubuh berusaha
melawan virus, tetapi tubuh tidak mampu meredakan infeksi.
2. Setelah
sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus didalam darah mencapai kadar yang
stabil, yang berlainan pada setiap penderita. Perusakan sel CD4+ dan penularan
penyakit kepada orang lain terus berlanjut. Kadar partikel virus yang tinggi
dak kadar Limfosit CD4+ yang rendah membantu dokter mendapati orang-orang yang
berisiko tinggi menderita AIDS.
3. 1-2 tahun
sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD4+ biasanya menurun drastis. Jika
kadarnya turun hingga 200 sel/Ml darah, maka penderita menjadi rentan terhadap
infeksi.
Infeksi HIV juga
menyebabkan gangguan pada fungsi limfosit B. Limfosit B adalah limfosit yang
menghasilkan antibodi. Seringkali HIV meyebabkan produksi antibodi berlebihan.
Antibodi yang diperuntukkan melawan HIV dan infeksi lain ini banyak membantu
dalam melawan berbagai infeksi oportunistik pada AIDS.
Pada saat
yang bersamaan, penghancuran limfosit CD4+ oleh virus menyebabkan berkurangnya
kemampuan Sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan sasaran baru yang
harus diserang.
Gejala HIV/AIDS, Penyebab, Faktor Resiko, Pencegahan
HIV
merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV sendiri adalah virus
yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi
virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh. Virus HIV bekerja
dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga
menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya
kekebalan tubuh.
Sementara AIDS ( Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. Jadi, kita tidak perlu mengucilkan mereka.
Sementara AIDS ( Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. Jadi, kita tidak perlu mengucilkan mereka.
Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini, ada baiknya Anda
mengetahui apa saja gejala-gejala infeksi HIV dan AIDS, serta faktor resiko dan
cara pencegahannya. Silahkan baca penjabaran berikut ini:
Gejala
HIV / AIDS
Gejala HIV dan AIDS bervariasi tergantung dari fase infeksinya.
Infeksi awal
Ketika infeksi HIV pertama, anda mungkin tidak akan mengalami tanda atau gejala apapun. Tetapi dalam beberapa minggu anda dapat mengalami:
- Demam
- Sakit kepala
- Radang tenggorokan
- Pembengkakan
kelenjar limpa
- Ruam
Infeksi selanjutnya
Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apapun dalam waktu 8 sampai 9 tahun, atau bahkan lebih. Tapi seiring dengan virus yang melipatgandakan diri dan merusak sistem imun, anda mungkin akan mengalami infeksi ringan atau gejala kronis seperti:
- Pembengkakan
node limpa – sering merupakan tanda awal infeksi HIV
- Diare
- Hilang berat badan
- Demam
- Batuk
atau napas yang pendek
Infeksi tahap akhir
Dalam waktu sekitar 10 tahun atau lebih setelah infeksi pertama, masalah yang lebih serius dapat terjadi yang diistilahkan dengan AIDS dan dapat terjadi:
- Infeksi
yang terjadi ketika sistem imun lemah, seperti pneumocystis carinii
pneumonia (PCP)
- Kadar
CD4 lymphocyte 200 atau lebih rendah – normalnya adalah antara 800 sampai
1.200
Seiring dengan perkembangan AIDS, sistem imun anda telah mengalami kerusakan parah. Infeksi akan mudah terjadi. Tanda dan gejalanya adalah:
- Berkeringat
di malam hari
- Menggigil
atau demam lebih dari 38 Celcius untuk beberapa minggu
- Batuk
kering dan napas pendek
- Diare
kronis
- Noda
putih pada lidah atau mulut
- Sakit
kepala
- Pandangan
kabur
- Hilang
berat badan
Anda juga dapat mengalami tanda dan gejala pada tahap lanjut infeksi virus HIV itu sendiri, seperti:
- Rasa
lelah yang tidak hilang dan tidak terjelaskan
- Berkeringat
pada malam hari
- Menggigil
atau demam tinggi untuk beberapa minggu
- Pembengkakan
node limpa lebih dari tiga bulan
- Diare
kronis
- Sakit
kepala yang tidak hilang
Jika anda terinfeksi virus HIV, anda juga lebih rentan mengalami kanker, khususnya kanker servik, lymphoma dan Kaposi’s sarcoma.
Gejala HIV pada anak-anak
Anak-anak dengan HIV positif dapat mengalami:
- Sulit
menambah berat badan
- Sulit
berkembang secara normal
- Sulit
berjalan
- Penundaan
perkembangan mental
- Dapat
mengalami infeksi telinga, pneumonia dan tonsilis
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Normalnya sel darah putih dan antibodi menyerang dan menghancurkan organism easing yang masuk ke dalam tubuh. Respon ini diatur oleh sel darah putih bernama limposit CD4. Limposit ini juga merupakan target utama HIV. Sekali masuk ke dalam tubuh, virus memasukkna material genetiknya ke dalam limposit dan melipatgandakan diri.
Ketika salinan virus baru keluar dari sel induk dan masuk ke dalam aliran darah, virus akan menyerang sel lain. Sebagai efeknya sel CD4 akan mati. Siklus ini terus berulang. Pada akhirnya menyebabkan kerusakan sistem imun yang berarti tubuh tidak akan mempu melawan infeksi bakteri dan virus lain.
Faktor risiko
Faktor risiko terinfeksi AIDS antara lain:
- Tidak
memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu
pasangan
- Tidak
memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan orang dengan
HIV positif
- Memiliki
penyakit menular seksual lain seperti syphilis, herpes, chlamydia,
gonorrhea atau bacterial vaginosis.
- Bergantian
dalam memakai jarum suntik
- Mendapatkan
transfusi darah yang terinfeksi virus HIV
- Memiliki
sedikit salinan gen CCL3L1 yang membantu melawan infeksi HIV
- Ibu yang
memiliki HIV
Pencegahan HIV/AIDS
Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV dan tidak ada penyembuh untuk AIDS. Jaga kesehatan dan lindungi diri anda dari faktor-faktor risiko adalah jalan terbaik.
Jika anda HIV negatif maka tindakan yang terbaik adalah:
- Ketahui
apa itu HIV dan bagaimana penularannya
- Ketahui
status kesehatan pasangan seksual anda
- Gunakan
kondom setiap kali melakukan hubungan seksual
- Pertimbangan
untuk melakukan penyunatan pada laki-laki
- Gunakan
jarum suntik steril
- Waspada
terhadap darah transfusi
- Periksakan
kesehatan secara teratur
Jika anda positif mengidap HIV maka anda harus melindungi orang di sekeliling anda dengan:
- Lakukan
hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom
- Beritahukan
pasangan anda bahwa anda mengidap HIV
- Jika
pasangan anda hamil, beritahukan bahwa anda mengidap HIV dan lakukan
perawatan untuk menjaga kesehatannya dan bayinya
- Katakan
kepada orang lain yang anda rasa perlu untuk tahu bahwa anda mengidap HIV
- Jangan
berbagi jarum suntik
- Jangan
donorkan darah dan organ anda
- Jangan
berbagi pisau cukur atau sikat gigi
- Jika
anda hamil, ambil perawatan medis secepatnya
Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman lebih jauh mengenai penyakit HIV atau AIDS dan mengingkatkan kewaspadaan serta pencegahan.